Tak ada hal hebat yang tercipta dalam sekejap

Sudah yakinkah kita dengan kebenaran arah kiblat kita selama ini ?mungkin pertanyaan itulah yang muncul, dikarenakan arah kiblat menjadi hal penting bagi setiap muslim, sehingga akurasi penentuan arah kiblat menjadi pertimbangan terpenting untuk menghindari kesalahan.

Menurut http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/ jika kita melakukan sedikit kesalahan karena serongnya arah kiblat terhadap ka’bah yang hanya berukuran 12 X 10.5 X 15 meter serta jauhnya jarak dari Indonesia yaitu sekitar 8000 km—> maka selisih 1° akan menyebabkan pergeseran sebesar 126 km di Utara atau selatan Ka’bah itu sendiri. Nah, teknologi informasi dengan perkembangannya saat ini mampu membantu ketepatan arah kiblat secara presisi

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Bukalah situs yang menyediakan peta lokasi seperti google map di http://maps.google.com/ , google earth atau wikimapia di www.wikimapia.org .

  2. Carilah lokasi yang diinginkan serta pastikan ketepatan titik koordinatnya.

  3. Bukalah http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/ pada new tab atau new windows.

  4. Tulis atau copykan titik koordinat yang telah di tentukan pada kotak address bar yang tersedia di website http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/

  5. klik—>cari atau tekan “enter” untuk menentukannya.

  6. Maka akan muncul gambar dalam kotak sesuai dengan lokasi yang dituliskan atau titik koordinat yang dituliskan.

  7. Nah, coba dilihat udah presisi belum kiblat pada lokasi anda.

    Selamat mencoba…..

Tumbuhkanlah manusia

“Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih.
Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon.
Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia.”
Konfusius ( 551 SM-479 SM ), Cina

Cover Film DeniasFilm : Denias, Senandung di atas awan

Sutradara : John De Rantau

Produser : Nia Zulkarnaen, Ari Sihasale

Penulis : Jeremias Nyangoen, Monty tiwa

Pemeran : Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Marcella Zalianty, Albert Farkdawer, Michael Jakarimilena, Pevita eileen pearce, Mathias mucus, audrey papilaya

Distribusi : Alinea picture

Produksi : 2006

Website : http://www.deniasmovie.com

Denias, Senandung di atas awan. Film yang disutradarai oleh John De Rantau seorang sutradara yang berasal dari Padang ini mengambil tempat di pulau terbesar kedua di dunia yaitu Papua. Kabarnya film ini diambil dari kisah nyata seorang yang bernama Jenias. Menariknya film ini mengungkapkan tentang persoalan pendidikan dan kegigihan menuntut ilmu juga ketulusan guru dan seorang Maleo mengabdi sambil mengajar di suku pedalaman. Betapa persoalan pendidikan di negeri ini masih bersenandung di atas awan dan belum bersenandung di bumi. Masih membawa persoalan yang panjang dan rumit, masih banyak terjadi diskriminasi pendidikan. Pendidikan yang berkualitas atau sekolah fasilitas sebagaimana disebutkan dalam film ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu yang berduit. Film ini mengisahkan Denias anak seorang Petani suku pedalaman tengah Papua, yang mempunyai kehidupan yang sangat sederhana dan apa adanya. Ia bermain, bersekolah dengan fasilitas seadanya dan sepulang sekolah membantu orang tua di ladang. Peran seorang Maleo yang dengan tulus mengajar anak-anak pedalaman Papua termasuk Denias, memberi bekas tersendiri bagi Denias. Denias masih teringat kata-kata Maleo bahwa “Belajar bisa dimana saja…” begitu pula tentang kisahnya yang mengabarkan bahwa dibalik gunung ada sekolah fasilitas. Maka, untuk tetap bisa bersekolah, Denias yang sedih karena orang-orang yang dicintai meninggalkannya tanpa patah semangat dengan gigih ia meninggalkan kampung halamanya menyusuri gunung, bebukitan, sungai bahkan hutan sambil membawa bola kesukaannya agar ia bisa tetap sekolah, mencari sekolah fasilitas sebagaimana dikabarkan Maleo. Namun, sesampainya di tempat yang dituju perjuangan Denias belum selesai, sebagai anak pedalaman dan tidak berduit ia tidak bisa mendaftar begitu saja ke sekolah fasilitas. Hanya orang yang berduit saja yang bisa bersekolah disitu, sebagaimana teman sekampungnya juga berada disitu karena dia anak seorang kepala suku yang memiliki sawah yang banyak. Namun, Denias tetap gigih dalam mengejar cita-citanya, ia diam-diam mengikuti proses belajar mengajar walau hanya dari luar sekolah. Kegigihan inilah yang akhirnya mengetuk Ibu Sam salah seorang pengajar disana yang diperankan oleh Marcella Zalianty yang akhirnya bersedia membantu Denias agar bisa masuk sekolah fasilitas. Dilengkapi dengan dialiktika asli suku Papua membuat film ini terasa lebih berwarna. Sehingga film yang telah masuk nominasi FFI di tahun 2006 ini, layak dijadikan referensi pendidikan sekaligus tontonan yang menarik. ya…itu sudah Maleo, jangan kau baca teruss, tonton saja filmnya ” , mama, kau lihat itu, film bagus sekali…! jawab Enos:”bodok, ini bukan film, ini tulisan film” begitulah mungkin jika Denias berkisah. By Wans

Tak ada hal hebat

Tidak ada hal hebat yang tercipta dalam sekejap.” Epictetus, filsuf Yunani

The Art of War

“Yang memungkinkan penguasa yang bijak serta jenderal yang baik untuk menyerang dan menguasai, dan mencapai semua hal di luar kemampuan orang biasa, adalah Mengetahui Lebih Banyak.” (Sun Tzu, “The Art of War”)

Rethingking Marketing

“Rethingking Marketing :”Sustainable Marketing in Asia” merupakan sebuah buku karya punggawa Marketing, dengan bahasa yang mudah dicerna, praktis dan aplikatif membuat konsep Marketing selalu hidup dan penuh inspirasi

Naga Bonar jadi 2

Film ini mengisahkan tentang nasionalisme, rasa perjuangan yang mulai luntur, dan juga tentang pentingnya menjaga asset negara.

film tentang kisah perjuangan dan tentang perkembangan zaman yang sudah tak dimengerti, namun dicoba untuk dimengerti

Back to Top